Perubahan kadang membuat lingkungan kita begitu kontra,
menjadi pusat perhatian dan meminoritaskan yang menurut pandangan mereka
bukanlah gaya hidupnya. Niat menjaga diri, memenuhi kewajiban perintahNya
sebagai wanita muslim untuk melindungi perhiasannya. Ada yang bilang ba bi
buu.. seolah kewajiban ini diabaikan, parahnya kaum adam yang lisannya begitu
tak mencerminkan moral seenak kata berbicara. Oke, bersabar jalan tenangnya
tetap berpegang sama Sang Pencipta dan mengadu pada Nya. Mungkin dari kata-kata
yang di status, pm yang niatnya untuk memotivasi diri dengan kata-kata cerminan
islam pun tak banyak yang menyukainya. Bahkan banyak yang mengira sok suci,
hingga sahabat yang kukira bisa menerima keadaan yang berubah begini juga
perlahan menjauh. Apa yang salah? Kenapa? Aku juga nggak ngerti, bukankan
sebagai seorang teman hanya saling mengingatkan untuk mengingat Allah? Terus terang
untuk lingkungan saja memang tidak mendukung untuk menerima perubahanku, tapi
Alhamdulillah Allah selalu memberi petunjuk dan mengingatkanku bahwa pilihanku
seperti ini beralasan dengan segala pertimbangan manfaatnya. Dibalik itu semua
Alhamdulillah, ada teman yang masih peduli untuk selalu mengingatkanku dengan
penciptanya. Alhamdulillah J
Tetap semangat karena Alllah hanya ingin melihat kerja keras dan keteguhan hati
kita untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik :D
Senin, 01 September 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
Karena Cantik Bukan Milik Publik
Sepertinya memang benar kalau majang foto di social media
yang meskipun nggak berbau hal-hal negatif perlu dipikir ulang-ulang.
Mengupload foto yang mungkin niat kita hanya sebagai mengabadikan momen-momen
bahagia jadi dipersalahgunakan tentunya nggak kita pengenin kan? Nah loo ada
yang nyuri foto-foto kamu untuk kepentingan lain. Astaghfirullah, sebagai
seorang wanita muslim emang kewajibannya menjaga diri dari fitnah meskipun kita
sudah menghindarinya lalu ada pihak yang bermain-main di belakang dengan mencuri
foto-foto. Lalu menurutmu untuk apa? Ya kalo kayak gini mungkin benar kata
seorang teman di akun twitter yang bilang kalau “Kecantikan itu bukan konsumsi publik,
sewajarnya kecantikan hanya untuk suami saja”. Nah lo, cantik pun bisa
menimbulkan fitnah kan? Meskipun kita sudah berjaga diri dan tidak berniat
mengundang maksiat masih juga ada yang jail. Astaghfirullah kalo begini brati
kita juga kecipratan dosa dong? Ighfirlanaa. Ya setidaknya kejadian seperti demikian
menjadi cambuk bukan hanya untuk saya, namun juga untuk para wanita di sana.
Iya ada hikmahnya untuk pribadi sendiri siih, semakin meyakinkan diri untuk
menutup aurat lebih matang. Semakin malu kalau berpakaian biasa saja bisa
menimbulkan fitnah. Ya Allah lindungi selalu hamba, dan tuntunlah selalu untuk
memperbaiki diri menutup aurat dengan sempurna meski tak mungkin sepenuhnya
sempurna. Pelajaran moral kalo di public jangan sembarangan share foto narsis
yak. Boleh pajang tapi tau porsi agar tidak menimbulkan fitnah ;)
Selasa, 13 Mei 2014
Awan-awan Hati
Dari mana
awan-awan belenggu hati ini datang? Yang pasti kegelisahan bukan datang dari
Nya. Virus- virus keletihan, kelalaian, pemberontakan, gejolak, hingga rindu
yang hampir tiada terkendali. Aku ingin menangis, bicara melalui hati keruh ini
adakah Engkau mendengarkanku, Tuhan? Meski hatiku tak sebening embun. Tanpa ada
kata yang terucap hanya bulir-bulir air mata ini yang jatuh mengatakan segala
keluhku ini.
Sulitnya memang
demikian hati yang tahu, mungkin aku hanya sedang merindukan Mu? Ya Allah,
hamba memang hina. Lalu aku hanya sendiri, kemana lagi bila bukan mendekat pada
Mu? Tenangkan jiwaku ini Tuhan, teduhkanlah dan saat aku takut dekatkan aku
dengan cahaya keyakinanmu bahwa aku bisa merajut asa kembali. Hari ini aku sedemikian
ya Allah, belum pantas rasanya bila aku harus puas.
Ya Allah, ada
perasaan yang memberontak di sini, perasaan itu egois karena setiap waktu ia
menyitaku untuk malas menunaikan kewajibanku, hanya menunggu dengan
kebimbangan. Aku sedang merindukan seseorang, selama kita menjauh semakin
terasa bahwa ia pemuda yang baik. Bilamana iya kita berdekatan membuatnya tidak
baik aku lebih suka begini. Ya Allah aku rindu, rindu tak terperi. Lindungi dia
Tuhan, sehatkan ia, jadikan ia lelaki yang bijaksana dan sukses dalam karirnya.
Agar kelak aku bahagia melihatnya menjadi lelaki sejati yang semoga Engkau juga menyayanginya.
Dan jarak-waktu
ia begitu berarti meberikanku pelajaran bahwa rindu ini sangat indah hingga
terasa sakit saat kucuran air mata ini mengalir. Semoga kita sama-sama sedang
berjalan menuju jalan Nya hingga akhirnya kita bertemua kembali dengan seizin
Dia.
Salam kangen buat kamu yang di
sana J
Jumat, 09 Mei 2014
Sepucuk Surat Untuk Calon Imamku
Bismilllaah..
Assalammualaikum warrahmatullaahi wabarakatuh
Wahai Imamku di masa depan, apa kabarnya kau di sana?
Masihkah semangat berjuang untuk menemuiku?
Meskipun kau masih rahasia bagiku,
Namun aku begitu mencintaimu,
Dan aku di sini tak pernah kenal kata “lelah” dan
“menyerah” untuk senantiasa mencari ilmu,
Memantaskan diri di hadapan Allah,
kuharap kau pun begitu.
Wahai Imamku di masa depan, apa kabarnya kau di sana?
Masihkah semangat berjuang untuk menemuiku?
Meskipun kau masih rahasia bagiku,
Namun aku begitu mencintaimu,
Dan aku di sini tak pernah kenal kata “lelah” dan
“menyerah” untuk senantiasa mencari ilmu,
Memantaskan diri di hadapan Allah,
kuharap kau pun begitu.
Aku belajar banyak hal agar nanti suatu saat jika
Allah sudah menentukan waktunya,
Kita akan bertemu.
Dan saat itu, aku sudah benar-benar siap untuk
berjuang di jalan dakwah bersamamu,
Membela agama Allah.
Mendidik calon mujahid dan mujahidah kecil kita sepenuh hati.
Membangun keluarga yang penuh cinta.
Dan bersama membangun istana di surga.
Allah sudah menentukan waktunya,
Kita akan bertemu.
Dan saat itu, aku sudah benar-benar siap untuk
berjuang di jalan dakwah bersamamu,
Membela agama Allah.
Mendidik calon mujahid dan mujahidah kecil kita sepenuh hati.
Membangun keluarga yang penuh cinta.
Dan bersama membangun istana di surga.
Wahai imamku,
Aku sadar, diriku jauh dari sempurna.
Aku memang bukan Siti Khodijah, tapi aku belajar setia darinya.
Bukan pula Siti Asiyah, tapi aku belajar bersabar darinya.
Aku bukanlah Siti Aisysah, tapi aku belajar ikhlas darinya.
Dan bukanlah Fathimah binti Muhammad, tapi aku belajar tabah darinya.
Aku sadar, diriku jauh dari sempurna.
Aku memang bukan Siti Khodijah, tapi aku belajar setia darinya.
Bukan pula Siti Asiyah, tapi aku belajar bersabar darinya.
Aku bukanlah Siti Aisysah, tapi aku belajar ikhlas darinya.
Dan bukanlah Fathimah binti Muhammad, tapi aku belajar tabah darinya.
Kau tahu wahai imamku? Aku sangatlah pencemburu.
Semoga kita senantiasa dapat menjaga hati kita selagi berjauhan.
Bersabarlah.
Yakinlah, Allah pasti mempertemukan kita.
Jika memang bukan dunia ini tempat pertemuan kita,
Insya Allah kita akan bertemu di Jannah-Nya kelak.
Semoga kita senantiasa dapat menjaga hati kita selagi berjauhan.
Bersabarlah.
Yakinlah, Allah pasti mempertemukan kita.
Jika memang bukan dunia ini tempat pertemuan kita,
Insya Allah kita akan bertemu di Jannah-Nya kelak.
Semangatlah duhai kasihku, aku selalu menunggumu
Salam sayang,
Istri masa depanmu
Salam sayang,
Istri masa depanmu
#Saleha Is Me - Hal.158
Rabu, 07 Mei 2014
Janji by Maliq and D'Essentials
Kekasih adakah
gerangan
Kau
bertahan dengan janjimu
Sedari
senja menggulir malam
Berapa
lama waktu ku tempuh
Ku
masih menunggu
Ku
masih menunggunya
Senyum
aku dibalik nelangsa
Dulu
kita punya satu rencana
Tentang
dunia kita
Seolah
begitu mudah percaya
Berujung
indah
Manisnya
janji-janji
Seiring
fajar melepas malam
Sembari
hari mengikat janji
Setulus
hatimu yang ku tahu
Temukan
aku tuk kau berlabuh
Ku
masih menunggu
Ku
masih menunggunya
Senyum
aku dibalik nelangsa
Dulu
kita punya satu rencana
Tentang dunia kita
Seolah
begitu mudah percaya
Berujung indah
Manisnya
janji-janji
Dulu
kita punya satu rencana
Tentang
dunia kita
Seolah
begitu mudah percaya
Berujung
indah
Manisnya
janji
Dulu
kita punya khayalan indah
Tentang
dunia kita
Begitu
terlena hingga tak bisa mewujudkannya
Manisnya
janji-janji
Janji..
Ku
masih menunggu
Ku
masih menunggunya
Selasa, 06 Mei 2014
Sedikit Pencerahan
Lama nggak curhat curhatan sampe
pingsan di blog yang tak berpenghuni ini. Setidaknya ini cuma rahasia kita yaah.
Udah lama yaa kita tak bersua,
cakap-cakap nggakmutu gitu lah. hahaa
Beberapa minggu ini sih
habis ikut acara training ESQ alhamdulillah banyak banget manfaatnya setidaknya
untuk hal sepele yang menjadi kebiasaan. Makin terbuka juga sih pintu hatinya
setelah sekian lama merasa jauh dan itu dia sumber kegalauan. Jadi sering ngrenung,
selama ini apa aja yg udah terjadi dan itu semua kini hanya pilihan. Dan semoga
Allah menetapkan qalbu ini yang sering sekali terbolak-balik. Dari semua
kejadian ini semoga aku makin dekat dengan Dia.
Dari berbagai masalalu
yang suram, sedih, bimbang mungkin itu alasan kenapa Allah mengantarkanku
sampai pada ruang itu. Dan setelah beberapa hari berlalu aku merasa ingin
setiap hari begitu, sulit memang. Allah sedang merindukan rintihan hambanya,
kemana saja selama ini kita? Aku merasa munafik. Dan dari segala permasalahan
yang membelenggu hati kita, siapakah yang bernaung di hati kita?
Ya Allah tetapkanlah
hati hamba pada jalan terangMu, merenunglah hati ini. Merasakan hal yang
berbeda saat hati sudah begitu kering, mungkin karena lisan sudah terlalu lama
tidak basah oleh kata indah Mu. Beda rasanya ketika masih SMP, yang hari senin
dengan jadwal upacara, olahraga, dan masih sanggup berpuasa. Dari yang merasa
saat itu kehidupanku sangat tertib dan masih dalam koridor benar.
Saat ini hanya ingin focus
dengan memberikan kebahagian untuk orang tua. Yang selama ini membuat kita lupa
siapa sebenarnya tujuan kebahagiaan kita setelah Allah. Tuhan, mungkin saat ini
aku lemah perkenankanlah aku membahagiakan mereka dengan caraku sendiri.
Tuhan, sebenarnya diri
ini rindu berbuat baik, rindu menjadi kekasihMu dan terlalu takut bila jauh. Untuk
itu bimbinglah selalu kami, keluarga kami, orang-orang tercinta dan lindungi
mereka ya Allah karena sekuat apapun kami melindungi mereka tak akan mampu dibandingkan
dengan perlindunganMu.
Dan seburuk apapun aku
saat ini, sehina apapun pasti aku tetap mengidamkan menjadi wanita yang baik.
Menjadi wanita yang memberikan satu tempat untuk orangtua surga. Amiin. Menjadi
istri yang baik untuk suami, dan ibu yang mendidik generasi terbaik untuk umat
islam. Tuhan, perkenankanlah aku menjadi orang yang baik dan kebaikan itu
terpancar untuk orang-orang disekitarku.
Langganan:
Postingan (Atom)