Selasa, 13 Mei 2014

Awan-awan Hati

Dari mana awan-awan belenggu hati ini datang? Yang pasti kegelisahan bukan datang dari Nya. Virus- virus keletihan, kelalaian, pemberontakan, gejolak, hingga rindu yang hampir tiada terkendali. Aku ingin menangis, bicara melalui hati keruh ini adakah Engkau mendengarkanku, Tuhan? Meski hatiku tak sebening embun. Tanpa ada kata yang terucap hanya bulir-bulir air mata ini yang jatuh mengatakan segala keluhku ini.
Sulitnya memang demikian hati yang tahu, mungkin aku hanya sedang merindukan Mu? Ya Allah, hamba memang hina. Lalu aku hanya sendiri, kemana lagi bila bukan mendekat pada Mu? Tenangkan jiwaku ini Tuhan, teduhkanlah dan saat aku takut dekatkan aku dengan cahaya keyakinanmu bahwa aku bisa merajut asa kembali. Hari ini aku sedemikian ya Allah, belum pantas rasanya bila aku harus puas.
Ya Allah, ada perasaan yang memberontak di sini, perasaan itu egois karena setiap waktu ia menyitaku untuk malas menunaikan kewajibanku, hanya menunggu dengan kebimbangan. Aku sedang merindukan seseorang, selama kita menjauh semakin terasa bahwa ia pemuda yang baik. Bilamana iya kita berdekatan membuatnya tidak baik aku lebih suka begini. Ya Allah aku rindu, rindu tak terperi. Lindungi dia Tuhan, sehatkan ia, jadikan ia lelaki yang bijaksana dan sukses dalam karirnya. Agar kelak aku bahagia melihatnya menjadi lelaki sejati  yang semoga Engkau juga menyayanginya.
Dan jarak-waktu ia begitu berarti meberikanku pelajaran bahwa rindu ini sangat indah hingga terasa sakit saat kucuran air mata ini mengalir. Semoga kita sama-sama sedang berjalan menuju jalan Nya hingga akhirnya kita bertemua kembali dengan seizin Dia.

Salam kangen buat kamu yang di sana J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar