Dari mana
awan-awan belenggu hati ini datang? Yang pasti kegelisahan bukan datang dari
Nya. Virus- virus keletihan, kelalaian, pemberontakan, gejolak, hingga rindu
yang hampir tiada terkendali. Aku ingin menangis, bicara melalui hati keruh ini
adakah Engkau mendengarkanku, Tuhan? Meski hatiku tak sebening embun. Tanpa ada
kata yang terucap hanya bulir-bulir air mata ini yang jatuh mengatakan segala
keluhku ini.
Sulitnya memang
demikian hati yang tahu, mungkin aku hanya sedang merindukan Mu? Ya Allah,
hamba memang hina. Lalu aku hanya sendiri, kemana lagi bila bukan mendekat pada
Mu? Tenangkan jiwaku ini Tuhan, teduhkanlah dan saat aku takut dekatkan aku
dengan cahaya keyakinanmu bahwa aku bisa merajut asa kembali. Hari ini aku sedemikian
ya Allah, belum pantas rasanya bila aku harus puas.
Ya Allah, ada
perasaan yang memberontak di sini, perasaan itu egois karena setiap waktu ia
menyitaku untuk malas menunaikan kewajibanku, hanya menunggu dengan
kebimbangan. Aku sedang merindukan seseorang, selama kita menjauh semakin
terasa bahwa ia pemuda yang baik. Bilamana iya kita berdekatan membuatnya tidak
baik aku lebih suka begini. Ya Allah aku rindu, rindu tak terperi. Lindungi dia
Tuhan, sehatkan ia, jadikan ia lelaki yang bijaksana dan sukses dalam karirnya.
Agar kelak aku bahagia melihatnya menjadi lelaki sejati yang semoga Engkau juga menyayanginya.
Dan jarak-waktu
ia begitu berarti meberikanku pelajaran bahwa rindu ini sangat indah hingga
terasa sakit saat kucuran air mata ini mengalir. Semoga kita sama-sama sedang
berjalan menuju jalan Nya hingga akhirnya kita bertemua kembali dengan seizin
Dia.
Salam kangen buat kamu yang di
sana J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar